11 April 2013

SINOPSIS DRAMA KOREA: When Man in Love Episode 1 Part I


Adegan dimulai tujuh tahun yang lalu. Sekelompok gangster berpakaian hitam-hitam muncul dari sebuah mobil hitam Mereka berhenti di depan sebuah toko buku kecil.



     Diantara mereka adalah Han Tae Sang ( Song Seung Hoon), dia menanyakan kepada Lee Chang Hee (Kim Sung-Oh) apakah yang di dalam itu pemilik tokonya? Dan Chang hee menjawab dengan anggukan.  Kemudian Chang hee bertanya apakah mereka akan masuk sekarang? Tanpa menunggu jawaban bossnya dia pun bergerak hendak masuk terlebih dahulu tapi ditahan oleh Tae sang. Tae sang tampak melepaskan ikatan dasinya dan melilitkannya di kepalan tangan kanannya seraya melihat kearah pintu masuk toko yang tertempel tulisan besar ‘BUKAN SALAH BUAH APEL UNTUK MENJADI BUSUK’.



Tae sang pun melangkah masuk diikuti oleh anggota banditnya.  Dengan Pukulan tinjunya dia mampu menghancurkan pintu masuk toko  buku tersebut namun menyebabkan tangan yang digunakannya untuk meninju pintu kaca itu berdarah. (Sok jago sih pake tinju bwt mecahin pintu…hehehe).  Tak urung hal itu membuat dua orang pengunjung beserta ahjussi pemilik toko itu menjadi kaget dibuatnya.  Tanpa dikomando akhirnya kedua pelanggan tersebut buru-buru kabur meninggalkan toko.
     Tae-Sang pun masuk diikuti anggotanya, dia meraih sebuah buku dan membacanya sedangkan anggotanya mendekati ajusshi pemilik toko itu.  Sontak si ahjussi yang sepertinya belum pernah bertemu Tae sang bertanya padanya siapa dia dan apa yang dilakukannya di tempatnya itu. Chang hee, memperkenalkan Tae-Sang bahwa dia adalah boss nya. Dia berkata, “Lihat, apa yang kamu lakukan pada bossku! Dia sedang menikmati bacaannya!”



Tanpa membuang waktu dia pun menagih janji Ajusshi itu untuk membayar utangnya yang sudah melewati tenggang waktu yang dia janjikan.  Ahjussi itu pun memohon untuk diberikan waktu lebih lagi untuk membantu dia dan meminta Tae sang cs segera pergi karena anaknya akan segera tiba di tempat itu (sepertinya anak ahjussi itu tidak tau tentang utang ayahnya). Tapi anggota chang hee malah semakin murka dan membanting buku-buku yang tersusun rapi. Ahjussi itu pun mendekati Tae sang yang terlihat serius dengan bacaannya dan memohon agar Tae sang bisa mengerti keadaannya juga dan memberinya waktu lagi untuk menyelesaikan utangnya.  Tapi Tae sang hanya berkata bahwa dia harus menyiapkan uang itu begitu ia selesai membaca dan tanpa melepaskan pandangan dari bukunya.



     Di tempat lain,di sebuah acara pembagian beras gratis bagi orang kurang mampu. Seo Mi Do (Shin Se Kyung) mengantri menggantikan posisi ayahnya.  Akhirnya setelah sampai pada urutan antrian, ia pun mendapatkan bagiannya dan akan beranjak pergi seraya menggendong sekarung beras.



Namun tepat saat dia berbalik seorang wartawan lokal mencoba untuk mewawancarainya dalam kaitan dengan keadaan dan umurnya, tetapi dia menolak berusaha menghindar dan karena kesal akhirnya melemparkan kantong beras itu ke arah wartawan tadi dan berteriak, “Kamu ingin mengetahui bagaimana pendapat seseorang yang mendapatkan pembagian beras gratis? Sangat buruk!”
     Dia pun meninggalkan tempat itu tanpa menoleh dan membiarkan beras itu disana. Beruntunglah baginya, salah satu dari pengantri yang baik hati menawarkan untuk membantunya dengan membawa kedua kantong beras yang dia tinggalkan. Lelaki muda itu adalah Lee Jae Hee (Yeon Woo-Jin), Dia berkata bahwa Mi-Do memiliki terlalu banyak kebanggaan untuk sekedar menunjukkan rasa terima kasih ketika ia sudah membawakan beras miliknya.  Namun ia malah menolak ketika Mi Do meminta untuk membawanya sendiri.  Sambil tersenyum ia berkata akan membawa beras itu sampai rumah Seo mi do.




       Sementara itu, Tae-Sang melanjutkan membaca dengan darah pada di atas halaman buku ketika seorang anggotanya merobek salah satu halaman sebuah buku yang Nampak membuat sang ahjussi semakin gugup.  Ia menghentikan bacaannya dan menoleh kepada ahjussi tersebut dan bertanya apakah dia sudah menyiapkan uang tersebut.  Tapi ahjussi itu menjawab bahwa dia akan menyerahkan kepadanya besok yang berarti ia tidak memiliki uang itu.



Jae-Hee mengantarkan beras milik Mi-Do sampai di depan toko buku di mana bapaknya diganggu, Dia belum sadar akan apa yang terjadi di dalam. Dia berkata terima kasih dan Jae-Hee memberi nya tanda ibu jari keatas dan berkata, “ Kamu sangat Cool sekarang.”
     Di dalam, Tae-Sang memberi perintah kepada Chang-Hee untuk membakar tempat itu hingga roboh, tetapi Mi do datang menyapa ayahnya. Akhirnya Tae Sang setuju untuk memberi dia kesempatan sampai hari berikut untuk mengumpulkan 26.590.000 won hutangnya. 

 

     Seo mi do masuk dan berpapasan dengan Tae sang yang meninggalkan toko.  Ia menatap pria itu dan bertanya pada ayahnya siapa mereka. Tapi sang ahjussi berkata bahwa itu bukan urusan yang harus diketahui Mi do.  Kemudian Mido menanyakan mengapa kaca pintu bisa hancur, dan lagi-lagi sang ayah berbohong dan berkata bahwa sekelompok anak-anak bermain bola dan mengenai kaca toko.  Tapi sepertinya Mi do tidak mempercayainya.  Ia malah berpikir apakah yang tadi itu penagih preman yang menagih hutang? Apakah ayahnya memiliki hutang pada mereka?  Namun ahjussi terus mengelak dan berbalik bertanya tentang hasil tes Mi do dan menyuruhnya segera naik ke atas.

       Tae sang sedang membaca buku yang sebelumnya dia baca di toko buku ketika Chang hee masuk dan memberikan sebuah amplop.  Dia berkata itu dari ahjussi pemilik toko dan sekarang dia menghilang.  Tae Sang nampak geram dan pada waktu bersamaan memerintah anak buahnya untuk menemukan orang itu.  Kemudian mereka menemukannya ketika menangkap basah ahjussi tersebut hendak bunuh diri di sungai Han.

   Mi do tampak berdiri di depan sebuah gedung sambil memegang selembar kertas, sepertinya hasil tesnya dengan nilai yang baik sehingga ia nampak tersenyum-senyum sendiri ketika ponselnya bordering dan itu dari ibunya yang mengabarkan bahwa sesuatu terjadi pada ayahnya. Sementara itu Chang Hee Cs masih sangat basah ketika mereka menyeret si ahjussi kembali ke tokonya, ia tahu dengan baik bahwa ia tidak  mempunyai keinginan untuk benar-benar mati.  Dan Tae sang sendiri dengan kecepatan tinggi menuju ke toko buku milik ahjussi tersebut.
 
   
  Mi-Do tiba untuk melindungi bapaknya ketika Chang hee melemparkan ahjussi ke tanah. Ia segera menyuruh ibunya untuk membawa ayahnya masuk dan melemparkan tasnya kearah Chang hee cs. Orang-orang kasar itu tentu saja tidak terima dengan perlakuan Mi do.  Mereka mendorong balik Mi do ke tanah.  Disaat bersamaan sang Ibu keluar dan marah-marah kepada preman-preman itu bahkan meludahinya.



       Maka ia mendorong Ibu ke tanah sehingga Mi Do menyerang mereka dengan tasnya. Tentu saja perkelahian yang tidak berimbang, sehingga dengan mudah mereka melemparkannya ke tanah, tetapi Mi do bangkit dengan kemarahan dan kembali menyerang, tak peduli berapa banyak kali dia dilemparkan ke tanah.



Tae Sang tiba pada waktu itu dan mengamati kejadian itu tanpa emosi. Namun ketika melihat Mi do dihempaskan kesana kemari oleh anak buahnya, mengingatkan dia suatu waktu di masa kecilnya ketika ia diperlakukan seperti itu.
    
      Ia akhirnya melangkah mendekat dan memungut secarik kertas yang terserak dari tas Mi do.  Ia membacanya, sepertinya itu adalah hasil ujian nasional tahun 2006 dengan nilai terbaik.  Chang hee sudah akan menampar gadis itu ketika Tae sang menahan tangannya.  Mi do bukannya senang Mi do malah menatap tajam kea rah Tae sang dan bertanya dengan nada sinis apakah dia boss mereka?  Tapi Tae sang hanya berujar bahwa mereka hanya ingin bicara dengan ayah Mi do dan bukan anaknya.  Mi do tiba-tiba berucap bahwa dia akan membawa uang itu pada Tae sang hari sabtu pukul 3 petang. Tae sang balik bertanya seraya mengulurkan secarik kertas hasil tes Mi do yang dia pungut tadi, “Apa kamu Seo Mi Do?”  
     Gadis yang masih dilanda kemarahan itu pun langsung menyambar kertas itu dan menjawab, “ya, brengsek!”  Tapi seperti biasa, tae sang tampaknya tidak menanggapi itu.  Ia malah mengeluarkan kartu nama dari saku jasnya dan mengulangi janji Mi do tadi sambil berkata bahwa kantornya tidak akan sulit untuk ditemukan.  

     Chang hee tampak cemas dan berkata pada Tae sang bagaimana kalau mereka melarikan diri tengah malam nanti?  Bahkan salah satu anggota gengnya berniat untuk membawanya serta dan membebaskannya ketika ayahnya sudah membayar utangnya. Tapi Tae Sang memintanya untuk membiarkan dia pergi.  Ketika anggotanya itu masih protes, Tae sang menyuruh untuk melepaskan tangannya dari Mi do (walaaah…apa ini pertanda Tae sang sudah mulai fall in love sm  Mi do ya? Hehehe…).  Tapi sebelum benar-benar pergi, Tae sang sempat berujar kepada Mi do agar tidak mencoba melarikan diri tengah malam nanti  karena mereka bukan orang-orang bodoh dan dijawab Mi do agar tidak khawatir tentang itu.  Disaat meninggalkan tempat itu dengan mobilnya, Tae sang sempat melirik sekali lagi melalui kaca spion kearah tempat gadis itu berdiri sambil terisak-isak.

     Di Kantornya, Chang hee berkata kepada Tae sang yang sedang mempermainkan korek apinya,”Aku fikir gadis itu tidak akan dating, hyung nim.”  Tapi Tae sang nampak tenang-tenang saja sambil berkata bahwa mungkin saja di jalan sedang macet.  Chang hee berkata bahwa boss besar mereka bisa mengetahui keanehan itu. 
Tae sang berucap dengan tatapan ke depan dan balik bertanya kepada Chang hee,”Apa yang kau menikmati menghajar orang-orang itu untuk menagih hutang? Untuk mengumpulkan uang?”
Chang hee menjawab,”Bagaimana kalau seandainya memang seperti itu?  Aku tidak punya pilihan,karena aku harus bertahan hidup juga.”
“Hentikan itu…,” ucap Tae sang berbalik. 
“Aku pulang ke rumah duluan…” ucap Chang hee seraya beranjak pergi.  Sepeninggal Chang hee tampak Tae sang memperhatikan jam di dinding yang sudah menunjukkan pukul 15.30 sore.


Sang Boss besar masuk untuk memeriksa kemajuan mereka, dan Tae Sang meminta untuk mempertimbangkan keadaan Ajusshi toko buku tersebut (yang ternyata namanya Seo Kyung Wook, baru tahu jg…hehehe).  Boss besar malah berbalik menyindir bahwa Tae-Sang cs sepertinya memiliki kekhawatiran yang berlebihan.  Apakah itu mengenai keluarganya?  Tae sang berkata bahwa  selama ini mereka menggunakan terlalu banyak kekerasan.  Bahwa nasib buruk mereka sehingga meminjam uang pada rentenir seperti mereka, kata-katanya bahkan belum selesai ketika sang boss berbalik menatapnya dan berkata bahwa sekarang ia sudah semakin berani…
“Lakukan saja apa yang biasa kamu kerjakan…” ucap sang boss akhirnya dengan penuh makna sehingga Tae sang hanya mampu mengangguk pelan sepeninggalnya.
Tanpa sepengetahuan Tae sang, di luar saat meninggalkan kantor Tae sang, sang boss menghubungi seseoorang yang dipanggilnya dengan sebutan Direktur Goo (sepertinya teman sesama gangster) dan meminta dikirimkan seseorang yang bisa dipercayainya untuk memonitor gerakan Han tae sang. 
 

      Mi Do akhirnya tiba setelah terlambat dua jam.  Dia menanyakan berapa yang harus ia bayar dan terkejut ketika mengetahui bahwa jumlah keseluruhan kini utang ayahnya diatas 27 juta won, karena dia sama sekali tidak mampu untuk melunasinya.  Kemudian dia berkata dengan mata berkaca-kaca,”Bagaimana kalau dengan aku? Aku sebagai ganti dari utang itu?”


       Dan Tae Sang setuju...
      
      Maka ia membawa budak yang baru dibelinya itu untuk checking di hotel, namun sebelum memesan kamar ia malah mengajak Mi do makan malam terlebih dahulu.  Bahkan ia sempat menanyakan makanan apa yang ingin dimakan gadis itu.  Ketika ia melihat gadis itu tidak menikmati makanannya ia pun bertanya mengapa ia tidak makan?  Apakah ia merasa nervous?  Tapi gadis itu malah bertanya apakah ia menikmati cara hidup yang ia jalani saat ini?  Dan sesaat Tae sang terdiam.  Namun kemudian berkata bahwa Mi do adalah gadis yang sudah terjual dengan harga mahal untuk pengorbanan hari ini.  Jadi jangan bertingkah arrogan.  Lebih baik mempersiapkan diri untuk masuk ke dalam ‘Indangsu’.  Mi do terlihat marah dan mengajak Tae sang untuk segera ke kamar hotel.  Namun Tae sang malah balik bertanya apakah ia seorang pelajar?  Mi do menjawab kasar bahwa ia mahasiswa pengulangan.  Ia bukan yang terbawah, jadi jaga pikiranmu. Namun seperti biasa Tae sang tetap santai dan berujar bahwa Mi do memiliki nilai yang baik dalam pelajaran.
     “Apa impianmu?”  Tanya Tae sang masih dengan santainya.
   “Pertanyaanmu kekanak-kanakan…!”  mi do sepertinya merasa Tae sang mempermainkannya.
    “Kau sedang ketakutan dan gelisah sekarang, benar?”  Lanjut Tae sang.  Mi do nampak semakin kesal dibuatnya.
   Kemudian Tae sang melemparkan kunci kamar ke meja, “Itu kamar 1051.  Naiklah ke atas duluan.”  Katanya pada Mi do.
   “Kamu bisa pergi duluan dan melarikan diri juga jika kamu mau.”  Setelah mengatakan itu, Tae sang pun bangkit meninggalkan Mi do yang nampak kebingungan.


Kemudian nampak Tae sang menuju kamar hotel dengan menenteng sebuah kantong kecil (apa makan makan malam lagi ya?  Tapi yang paling penting sih gayanya saat melangkah, wow…SSH gt loch). 

      Sementara itu Mi-Do nampak menunggu dengan gugup di dalam kamar hotel, sekali-sekali melihat sepintas ke arah tempat tidur (Seperti biasa, d-korea selalu memanjakan mata kita dengan pemandangan lux…hehehe), karena dia mengetahui apa yang diharapkan dari dirinya. 

     
 Tae-Sang masuk dan nampak terkejut menemukan gadis itu ada sana, “Aku pikir kamu akan melarikan diri,” katanya pada Mi do.
     “Mengapa aku begitu?” Balas Mi do.
    “Kamu sangat berani,” pujinya pada mi do dengan senyum mengejek.

       “Tolong tulis kontraknya dulu dan setelah itu kamu dapat melakukan apa yang kamu inginkan.” Ujar Mi do seraya mengansurkan pulpen dan kertas.
     “Dengan persetujuan yang kita buat hari ini, maka utang-utang akan dianggap lunas.  Kemudian tulis di bawah dan tanda tangani”  Katanya lagi.
    Tae sang melangkah menuju sofa di depan Mi do, “ Apa kau tidak merasa kesepakatan ini tidak fair?  Kau mengorbankan dirimu sendiri demi ayahmu?”
    “Aku tidak ingin kekurangan kami menjadi pertunjukan bagi tetangga disekitar kami.”
     “Akankah kamu mampu bertahan lagi setelah kamu menjual diri padaku?”
   Mi do terlihat berkaca-kaca,”aku akan mencobanya, namun kelihatannya akan sulit.”
   Tae sang mengangguk, “Jadi kamu disini benar-benar untuk mengorbankan dirimu?”
    “Ya, aku berterus terang.  Aku akan menerimanya sebagai ungkapan pertama dalam hidupku yang akan berakhir hari ini.”
     “Aku melihatmu sangat menyedihkan, namun apa yang bisa dilakukan?” Ucap Tae sang sambil berdiri.  Namun dengan cepat Mi do menyuruhnya untuk segera menandatangani kontrak agar semua bisa diselesaikan dengan cepat.


     Namun tae sang tidak mempedulikannya dan memanggilnya mendekat. Ia memberikan sekantong makanan sebagai gantinya. Dia membuat sebuah pengecualian untuknya, dan berjanji akan mengurangi  bunga utang ayahnya dan mengijinkan dia untuk membayar dengan menyicil dari waktu ke waktu.

Mi Do benar-benar lemas karena ini tidak seperti yang direncanakan. Ketika dia bertanya mengapa Tae sang membuat suatu pengecualian?  Ia kembali menjawab, “ Apa kamu bersedia  tidur dengan aku?”



     Tae sang memang benar-benar gangster yang baik hati.  Bahkan sebelum pergi meninggalkan Mi do ia masih sempat memberi nasihat bahwa hidup tidak selamanya berjalan baik,  dia tidak boleh menyerah dengan mudah...

     Dalam perjalanan pulang, Tae Sang mendapat panggilan dari Chang hee yang mengabarkan bahwa ibu mungkin telah ditemukan di sebuah rumah sakit jiwa, karena perempuan usianya sesuai dengan ibunya. Ia kemudian terlihat mendatangi rumah sakit itu dan melihat seseorang yang sedang tertidur di sofa.  Ia mencoba mendekat perlahan dengan mata berkaca-kaca, tetapi ketika wanita paruh baya itu berbalik ternyata dia bukan ibunya.

     Ketika Tae Sang berjalan pergi, kita mendengar kata-kata ibunya, “Aku menyesal. Maafkan aku. Kelak kau akan bisa memahami apa yang aku rasakan.”



     Kembali ke apartemennya, Tae Sang memikirkan lagi pertanyaan Mi Do.
  “Apakah kamu menikmati hidup seperti ini?” Dan dengan menunjukkan penyesalan ia menjawab: “ Tidak, sama sekali tidak.”

     Mi-Do kembali ke rumah bertemu ibu dan saudara laki-lakinya, Seo Mi Joon (JB), mereka berdua terkejut dengan hadiah makanan yang dibawanya. Keduanya terlihat sangat senang mendapatkan makanan yang lebih baik. 


     
     Mi do lalu menanyakan apakah mereka menerima telepon dari seseorang hari ini? Dan ibunya berkata tidak. Memangnya telepon dari siapa? Dan Mi do menjawab dari gangster.  Ibunya terlihat terkejut sejenak.  Tiba-tiba mereka mendapatkan telepon dari Tae Sang cs untuk menginformasikan bahwa bunga utang mereka telah dikurangi karena itu adalah janji Tae-Sang.


    
     Hal ini memberi semangat baru bagi Mi Do dan keluarganya untuk memperbaiki toko buku mereka bersama-sama, sedangkan dari jauh Tae-Sang mengamati semua itu.

Sementara itu, tampaknya bos Besar kurang senang karena Tae-Sang membuat suatu pengecualian, dan melalui Chang-Hee ia mendapat informasi bahwa Tae-Sang sedang berada di gymnasium.
    
      Ia mendapatkan telepon dari seorang perempuan yang mengakui sedang berada dalam suatu keadaan darurat, tetapi ketika ia datang lalu menyadari bahwa itu adalah suatu muslihat dan menemukan Baek Sung Joo (Chae Jung Ahn) yang mempunyai masalah  dalam memilih pakaian untuk dipakai pada hari ulang tahun big boss. Tae-Sang nampak tidak senang dan ia pun jadi marah.


Huft...akhirnya part 1 selesai jg, tinggal ngerjain yang part 2.  Ternyata ribet juga ya bikin sinopsis drama, tp tetep semangat biar bisa lanjutin hingga episode terakhir....fighting!!!  Gomawo....

1 komentar:

  1. gomawoyo sisth udah buat sinopsisnya. Dilanjutin yaaah. Tapi sist bisa nggak warna tulisaannya jangan Item. Soalnya susah bacanya. Hehehe skali lagi gomawooy

    BalasHapus